Esai Mengkritisi Kampus

Ide untuk Meningkatkan Intelektualitas Mahasiswa untuk Akreditasi UNUSA Kedepannya


Sebagai salah satu universitas yang berkembang, UNUSA memiliki potensi besar untuk menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing. Namun, jika kita melihat lebih dekat, masih ada beberapa hal yang perlu dikritisi terkait pengembangan intelektualitas mahasiswa. Intelektualitas di sini tidak hanya soal nilai akademik semata, tetapi juga cara berpikir kritis, inovatif, dan kemampuan memecahkan masalah. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang cenderung pasif dalam proses belajar, sementara kegiatan akademik di luar kelas seperti penelitian, publikasi, atau forum diskusi belum sepenuhnya difasilitasi dengan maksimal. Hal ini tentu menjadi catatan penting jika UNUSA ingin meningkatkan akreditasi ke depannya.


Pertama, fasilitas dan budaya riset di kalangan mahasiswa harus lebih diperhatikan. Banyak mahasiswa masih kesulitan mengakses jurnal ilmiah, kurang mendapat pendampingan dalam penelitian, bahkan minim kesempatan untuk mempublikasikan karya ilmiah. Padahal, kegiatan penelitian adalah salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi. Kritik saya, UNUSA seharusnya lebih serius menyediakan ruang dan program khusus yang mendorong mahasiswa aktif dalam dunia riset, misalnya dengan mengadakan workshop rutin, lomba karya ilmiah, atau pendanaan penelitian kecil-kecilan untuk mahasiswa.


Kedua, kegiatan organisasi dan forum intelektual sering kali hanya dianggap formalitas. Diskusi atau seminar sering diadakan, tetapi belum benar-benar menjadi wadah yang hidup untuk mengasah daya kritis mahasiswa. Kampus perlu mendorong mahasiswa agar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berani menjadi penggerak kegiatan. Jika UNUSA ingin mahasiswa lebih intelektual, maka dukungan terhadap organisasi dan komunitas mahasiswa harus lebih konkret, bukan sekadar formalitas agenda kampus.


Ketiga, kritik lain yang ingin saya sampaikan adalah soal pemanfaatan teknologi. Di era digital, masih ada kesenjangan dalam akses dan penguasaan teknologi pembelajaran. Platform e-learning yang ada belum sepenuhnya interaktif, sehingga mahasiswa belum merasakan pengalaman belajar yang optimal. Jika UNUSA mampu memperbaiki hal ini dengan menambah fitur pembelajaran digital yang menarik, atau mendorong mahasiswa mengambil sertifikasi online, tentu intelektualitas mahasiswa akan meningkat dan berdampak pada akreditasi kampus.


Dari beberapa hal diatas, dapat disimpulkan bahwa UNUSA perlu lebih serius dalam membangun ekosistem akademik yang benar-benar mendukung peningkatan intelektualitas mahasiswa. Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai dorongan agar kampus bisa berbenah dan semakin maju. Sebab, pada akhirnya, kualitas mahasiswa adalah cermin kualitas kampus itu sendiri, dan akreditasi hanyalah hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan berorientasi pada mutu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume materi PKKMB hari pertama

Resume - Tips Move On dari Gagal SNBT