Resume Materi PKKMB hari kedua
Narasumber: Bapak Ainun Najib (Ahli IT Indonesia)
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Akses Teknologi Harus Inklusif, yakni Teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak boleh dimonopoli oleh segelintir elit atau kelompok tertentu saja. Perlu kehati-hatian agar pemanfaatan teknologi tidak memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Akses terhadap teknologi harus adil dan merata, termasuk bagi kelompok yang kurang mampu.
Etika dan Integritas Akademik
Mahasiswa baru diingatkan untuk menjunjung tinggi etika akademik, terutama dalam menyelesaikan tugas atau penelitian. Dilarang copy-paste mentah-mentah, termasuk dari AI. Penggunaan AI hanya boleh untuk:
1. Bantuan dalam penyusunan bahasa
2. Brainstorming atau diskusi awal, hasil akhir harus tetap merupakan buah pemikiran pribadi dan harus diverifikasi kebenarannya.
3. Adaptasi Terhadap Era Perubahan perkembangan era teknologi berjalan sangat cepat dan tidak menunggu kesiapan kita. Mereka yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal.
Kesimpulan:
Mahasiswa UNUSA diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam era perubahan teknologi, tetapi juga ikut serta membentuk arah perubahan ke arah yang lebih baik, dengan tetap menjunjung etika, integritas, dan semangat inklusivitas.
Materi II
Narasumber: Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi (Pemberantasan Korupsi [KPK] periode 2019-2024)
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Korupsi adalah masalah serius yang merusak kehidupan berbangsa, menghambat pembangunan, dan mengikis kepercayaan publik. Upaya pemberantasannya bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda yang menjadi kunci perubahan.
Generasi muda memiliki peran penting karena mereka adalah penerus bangsa, memiliki energi, kreativitas, pola pikir kritis, dan idealisme tinggi. Integritas menjadi senjata utama dalam melawan korupsi, yang diwujudkan dalam kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, serta kemandirian.
Upaya yang dapat dilakukan generasi muda dimulai dari diri sendiri, seperti menolak praktik kecil koruptif, hidup sederhana, dan menjunjung integritas. Selain itu, mereka dapat meningkatkan kesadaran melalui edukasi, diskusi, komunitas anti korupsi, serta memanfaatkan teknologi untuk transparansi dan pengawasan. Generasi muda juga harus aktif mengawasi lingkungan, berpartisipasi dalam forum publik, serta memilih pemimpin berintegritas.
Meskipun ada tantangan berupa budaya nepotisme, tekanan ekonomi, lingkungan yang tidak mendukung, hingga rasa takut melapor, generasi muda tetap dapat menjadi teladan dengan prestasi bersih dari korupsi dan karya nyata bagi bangsa.
Kesimpulannya, generasi muda adalah agen perubahan yang berpotensi besar untuk menciptakan Indonesia bebas korupsi. Dengan integritas, keberanian, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda dapat menjadi pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan.
Materi III
Narasumber: Bapak KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur
Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diposisikan sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Paham ini berlandaskan pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma, dan Qiyas dengan ciri moderat, toleran, seimbang, serta berorientasi pada kemaslahatan.
Sebagai generasi Aswaja, mahasiswa UNUSA memiliki beberapa peran penting:
1. Penjaga tradisi keilmuan melalui pengkajian kitab klasik NU dengan pendekatan kontekstual.
2. Agen moderasi beragama yang menolak radikalisme, mendorong dialog lintas agama, dan menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin.
3. Pejuang kemaslahatan sosial dengan keterlibatan dalam isu-isu masyarakat, pemberdayaan, dan advokasi kemanusiaan.
4. Inovator tradisi yang mengadaptasi nilai Aswaja untuk menjawab tantangan zaman, termasuk di bidang teknologi dan budaya.
Implementasinya di UNUSA diwujudkan melalui kurikulum wajib ke-NU-an dan Aswaja, kegiatan kemahasiswaan (PMII, IPNU/IPPNU, UKM Islam, majelis taklim), serta partisipasi dalam kegiatan NU. Namun, mereka menghadapi tantangan besar berupa globalisasi, radikalisme, disrupsi digital, dan tuntutan relevansi pemuda.
Pada akhirnya, mahasiswa UNUSA diharapkan mampu menginternalisasi nilai Aswaja, menerapkan prinsip moderat dan maslahah dalam masyarakat, serta mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menghadapi tantangan modern. Dengan begitu, mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan ulama sekaligus membangun masa depan Indonesia yang berkeadilan dan beradab.
Blog teman : https://muhammadsamiirwaliyyuddin.blogspot.com/2025/09/my-digital-portofolio-day-2.html
Media Sosial UNUSA :
Facebook https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Instagram https://www.instagram.com/unusa_official/
Youtube https://www.youtube.com/@unusa_official
Twitter ( X ) https://x.com/unusa_official?lang=en
Tiktok https://www.tiktok.com/@unusa_official
Informasi tambahan:
Perkenalan nama saya Septya Ayunda Rahmawati asal dari Sidoarjo Jawa Timur, Saya Mahasiswa Baru dari Universitas Nahdlatul Ulama' Surabaya Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital. Saya memilih UNUSA karena menurut saya UNUSA adalah kampus yang unggul dan dapat mencetak mahasiswa/i yang berakhlak baik.

Komentar
Posting Komentar